Saturday, October 24, 2009

Lisa Bonnet,.... : akhirnya ku menemukan mu

akhirnya setelah 15 tahuun,....,
ternyata lu masih nge fans ama gw ;P

Sunday, October 18, 2009

simple!


ps : simple

I've been smilin', I guess I thru' it all
And I ain't quiet still wet behind it's clear
I've been touchin' while I will gave it all
And I've wild coz it has to be my way
My... way...


I've been keepin', I guess I still in busy
And I've been waitin', sure it won't be easy

It used to be wasted
I'm tryin' to take it
Got no need to lay
I've got nothin' to say

Feel better inside now
God damn it! Don't you know
It's a perfect time at perfect crime
It's a kind a hard to believe
It's always a simple warning
A simple warning...

I've been smilin'...
I've been touchin'...
I've been keepin'...
Still wet behind it's clear

````````````````````
"inspiration (my way)"

Wednesday, October 14, 2009

never been here before (tafakkur,...,)

"Paris Mosquee : Paris-France"
````````````````

"Mosquee Errahmane : Lodeve Village - France"
`````````````````````
"At Tin" a.k.a buah yg di surah At Tin (salah satu surah dan hapalan favorit gw)
--> hampir mo nangis pas nyobain rasa nya ;)

4JJI maha Akbar!

ps : story nnya nyusul deyy,...

Sunday, October 04, 2009

Percik

BATU - BISIKAN
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya.Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini,sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba,dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobilyang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak- anak itu yang tampak melintas. Aaah..........., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Citttt............ ditekannya rem mobil kuat - kuat. Dengan geram, dimundurkannyamobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukanoleh orang lain,begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak.

Dia pun keluar mobil dengan tergesa - gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat,dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir." Apa yang telah kau lakukan ! ! ! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku..! ! "Lihat goresan itu " , teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.kamu tentu paham, mobil baru macam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores."Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu. Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. " Maaf Pak, Maaf. Saya benar - benar minta maaf. Sebab saya tidak tahulagi harus melakukan apa."Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun." Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti......"Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah,di dekat mobil- mobil parkir tadi. " itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat.Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan...."Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi.Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu." Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda ? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku."Tak mampu berkata - kata lagi, pengusaha muda itu terdiam, kerongkongannya tercekat.Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itumenuju kursi rodanya.Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka dilutut anak itu.Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja. " Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka.Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi rodaitu,melintasi sisi jalan menuju rumah mereka. Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya.Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yangbaru saja di lewatinya.Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetapmengingatkannya pada hikmah ini.Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat" Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akanmelemparkan batu untuk menarik perhatianmu.

"*******
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengancepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita Kadang,kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadaribermacam urusan,memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan " melemparkan batu " buat kita agar kita mau danbisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata –kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu - batu itu buat kita.

Wednesday, September 02, 2009

Kupinang dirimu,.. Cinta !



Cinta,
Pernahkah sesaat dikau fikirkan,
Mana mungkin Rembulan mengada tanpa Matahari ?
Mana mungkin Matahari mendahului Rembulan ?

Cinta,
Pernahkah sesaat dikau renungkan,
Mana mungkin "tulang rusuk" mengada tanpa "rongga dada" ?
Mana mungkin rumah mengada tanpa ada yang mendirikannya ?

Cinta,
Pernahkah sesaat dikau dengarkan,
Bahwa bintang-bintang di langit senantiasa bernyanyi riang,
Mana mungkin "Ikan" mengada tanpa "Air" !
Mana mungkin "Ikan" mengada tanpa "Air" !
Mana mungkin "Ikan" mengada tanpa "Air" !
Yakinlah padaku Cinta-ku,
Bahwa seluruh Kerajaan Bumi ini tak lebih berarti dari sebutir
gandum,
Mari kita bangun Kerajaan Tersembunyi !
Kerajaan kita yang sejati,
Mari kita bangun sejatinya Peradaban Aquarius !
Dan sungguh
!
Aquarius tidak akan pernah sempurna tanpa Pisces !
Bukankah harapanmu ingin menyumbangkan "sedikit saja"
sesuatu yang berarti dalam hidup ini ?
Mari Cinta, kita wujudkan mimpimu, mimpiku dan mimpi-
mimpi mereka.

Cinta,
Pernahkah terlintas di fikiranmu tentang sebuah kemungkinan,
Bahwa engkaulah Maha Dewi itu !
Bahwa engkaulah Putri Salju itu !
Bahwa engkaulah Nawang Wulan itu !
Dan ketahuilah, akulah si pemimpi itu !
Joko Tingkir yang berhasrat mencuri selendang putihmu !

Cinta,
Pernahkah dikau rasakan,
Sejuknya angin fajar membelai lembut wajahmu ?
Yakinlah padaku,
Itulah hembusan nafas cinta dan kerinduanku padamu,

Cinta,
Kumohon padamu sekali lagi,
Bukalah dan tajamkan mata hatimu,
Sungguh aku tak kan pernah bosan menunggu,
Karenamu aku tlah belajar tuk lampaui ruang dan waktu.


Cinta,
Mohon tatap lekat-lekat kedua bola mataku,
Dengar dan rasakan degup dan
gemuruh jantungku,
Eja-lah setiap huruf yang meluap dari kedalaman samudera
hatiku,
Bacalah setiap kata yang jatuh satu-per-satu di bibirku.

Duhai Cinta-ku,
Duhai Cahaya mata-ku,
Mohon tatap lekat-lekat kata-kata ini dengan kejernihan
dan keindahan matamu,
Asal mula adalah Salju, sebelum tercipta Waktu,
Ingatkah engkau ?
Sungguh aku sepenuhnya sadar bahwa aku tengah bermimpi !
Engkaulah "Salju" itu dan akulah "Waktu" yang merangkak letih
di permukaan Bumi,
Inilah sejatinya dongeng yang pernah dituliskan-nya untuk kita.
Ingatkah engkau ?
Dan sungguh ! kukatakan padanya,
Aku tak ingin ini hanya sekedar kenanaran mimpi !
Bersama Dia dan bersamamu,
Dengan cinta Dia dan dengan cinta kita kepada Dia,
Aku yakin kita mampu mewujudkannya di Bumi ini,
Tentunya, semua itu hanya akan mewujud dengan kuasa,
kehendak, perkenan, serta ridha-Nya.
Mohon mengertilah..., mohon percayalah...,

Kumohon
padamu Cinta-ku,
Sebelum semua cerita kehidupan ini usai,
Sebelum semua tirai sandiwara kehidupan ini disingkapkan,
Sebelum semua epos kehidupan ini diakhiri,
Mari kita sempurnakan semua itu,
Agar dunia bersama kita dapat belajar untuk mengetahui,
Bahwa semua adalah satu !
Agar dunia bersama kita mau menyadari,
Bahwa ketulusan dan kesederhanaan Cinta di atas segalanya !

Cinta,
Pesanku terakhir padamu,
Mohon baca, lihat, dengar dan mengertilah,
Belajarlah untuk memahami bahwa tidak ada istilah "kebetulan"
dalam hidup ini,
Semua tanda, semua huruf, semua puisi, semua nada, semua lagu,
semua drama, semua film dan semua yang mengada kini tertuju
hanya padamu.
Akulah Angin dan Engkaulah Api !
Cinta,
Jika benar engkaulah "ikan" yang selama ini ku cari,
Maka engkau akan mengetahui, akulah "samudera" yang senantiasa
kau nanti.

Cinta,
Dimana pun jua engkau berada,
Sungguh telah kukirimkan
semua tanda dan pesanku padamu,
Duhai Cinta-ku,
Duhai Maha Dewi-ku,
Duhai Belahan Jiwa-ku,
Duhai Bintang Jatuh-ku,
Duhai Putri Salju-ku,
Akulah tapak Sang Waktu yang berjalan mengitari wajah Bumi,
Akulah Waktu yang terduduk bersimpuh di antara subuh dan
kilat senja,
Akulah Waktu yang berharap sebelum kebinasaan mutlak,
Salju kan turun kembali menghapus segala rupa,
Akulah pasir yang berbisik lirih padamu,
Bahwa mutiara terpendam harus segera diungkapkan,
Marilah, Oh duhai separuh jiwa-ku,
Kita sempurnakan semua puisi, semua syair, semua lagu,
semua cerpen, semua drama, semua dongeng, semua sandiwara,
semua film, semua buku,semua kitab, semua filsafat, semua agama,
serta semua evolusi di muka Bumi ini.

Cinta,
Melalui wujud penyatuan kita ini.
Mari kita satukan dua kepingan cermin yang tlah lama terpisah,
Mari secara perlahan kita kilapkan cermin Bumi ini,
Agar wajah Rembulan kembali
memantulkan cahya Matahari,
Yakinlah, bayangannya kan menyibak kegelapan yang menyelimuti Bumi,
Mari, mari Cinta-ku,
Mari kita sama-sama belajar untuk memahami seuntai kata rahasia,
Tiada daya dan upaya, kecuali dari dan milik Dia,
Mari kita sama-sama belajar untuk menyadari sebait puisi murni,
Sesungguhnya kita berasal dari-Dia dan akan kembali pada-Dia,
Meskipun sungguh sedikitpun kita tak punya kuasa,
Namun dengan kehendak, kuasa, ridha, serta perkenan-Nya,
Melalui, di dalam, dan bersama-Nya,
Secara perlahan mari kita sama-sama belajar berlayar dan berusaha
menyelami samudera kehidupan,
Semoga akhirnya keberuntungan membawa kita pada Mutiara
Yang Terpendam.

Cinta...,
Demi Dia, Dzat Yang Membelah batu hingga menetes air mata Cinta,
Aku datang bersimpuh memohon padamu dengan hati berlumur
darah Cinta,
Kupinang engkau,
Atas dasar kecintaanku pada Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, kefakiran
absolut-ku dihadapan Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, kebodohan absolut-ku dihadapan Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, sebuah "Cincin Sulaiman" tanda bulat dan utuhnya
keyakinan-ku,
Bahwa engkaulah pasangan sayap jiwa dan ruh-ku yang sejati,
Sungguh ! sulit bagiku tuk sampai pada ketinggian dan keagungan
kursi-Mu hanya dengan satu sayap,
Dan jika engkau sudi untuk bermurah hati tuk menjadi istriku nanti,
Maka aku akan senantiasa memohon padamu Cinta,
Singkapkan kain kebaya yang menutupi "betis" putih indahmu itu !
Dan jangan kau hiraukan jika aku terkapar pingsan beribu-ribu
tahun karenanya !
Cinta,
Saatnya kututup puisi ini,
Dan kuajak engkau bersamaku bersimpuh dan memohon pada-Nya,
Dia Yang Maha Esa,
Dia Yang Maha Pecinta di atas semua pecinta,
Dia Yang Maha Lembut di atas semua yang lembut,
Dia Yang Maha Menyatukan segala yang terserak,
Semoga kiranya kehendak, kuasa, ridha dan
cinta-Nya luruh dalam puisi
pinangan ini.
Dan, dengan perkenan-Mu,
Kupintakan angin senja dengan lembut untuk menyampaikan
pinangan ini padamu,

Dengan untaian kata,
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantaramu.
Dan orang-orang yang tidak mampu menjaga dirinya.
Sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Cinta,
Kutunggu, dan sungguh akan selalu kutunggu jawabmu,
Sebagaimana seluruh seisi semesta alam pun senantiasa setia
menunggumu.
Dan sudah selayaknya kita sepenuhnya yakin, bahwa Matahari
tak kan pernah ingkar janji.
Amin ya Rabbal a'lamin.


Bumi Allah, menunggu fajar datang. 17.04.2007. 01.30. WIB.

Oleh: Rais Sonaji

ps : mahakarya yg keren, ngutip dari blog mba tyas

Tuesday, September 01, 2009

learn to fly




Saturday, August 08, 2009

Selamat Jalan Om Willy,..........

Willy - Iwan Fals

Si anjing liar dari Jogjakarta
Apa kabarmu ?
Kurindu gonggongmu
Yang keras hantam cadas

Si kuda binal dari Jogjakarta
Sehatkah dirimu ?
Kurindu ringkikmu
Yang genit memaki onar

Dimana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?

Si mata elang dari Jogjakarta
Resahkah kamu ?
Kurindu sorot matamu
Yang tajam belah malam

Dimana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

Masih sukakah kau mendengar ?
Dengus nafas saudara kita yang terkapar
Masih sukakah kau melihat ?
Butir keringat kaum (orang) kecil yang terjerat
Oleh slogan slogan manis sang hati laknat
Oleh janji janji muluk tanpa bukti

Dimana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?
Dimana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selamat jalan mas Willy...
Karya-karyamu pasti akan selalu dihati kami, dan selalu memberi semangat bagi bangsa Indonesia.

Alm. WS Rendra (lahir di Solo, 7 November 1935) meninggal dunia pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 sekitar pukul 22.00 wib